Read More

All Flower

Beautiful flowers can give you happiness
Read More

Jepun Flowers

Jepun flower is reffered as butter flower
Read More

Hibiscus rosa-sinensis L.

Hibiscus rosa-sinensis L. is a flower that comes from East Asia and widely grown as an ornamental plant in tropical and subtropical regions.
Read More

Parakeets Birds

Parakeets Birds are medium-sized birds that belong to the chirping birds.
Showing posts with label Skoliosis. Show all posts
Showing posts with label Skoliosis. Show all posts

3/5/16

Hidup Dengan Skoliosis... (Part VII)

     Hello para Skolioser ! Bagaimana nih kabar kalian? Sudah lama aku enggak nulis tentang skoliosis lagi. Kali ini aku akan cerita, aku lupa kapan, yang pasti kejadiannya tahun lalu. Aku terus-terusan mengeluh bagian tulang belakangku sakit sekali. Karena aku pakai BPJS, jadi aku ke dokter keluarga dulu baru di rujuk ke Rumah Sakit. Waktu itu aku ditulisnya Low Back Pain, disingkatnya LBP. Waktu itu sebenernya aku dirujuk ke Dokter Orthopedi, tapi enggak tahu gimana ceritanya malah dibawa ke Dokter Syaraf. 
     Lalu aku jelasin kalau aku penderita skoliosis. Dokternya juga minta di kunjungan berikutnya, aku disuruh membawa hasil rontgen sebelumnya waktu di RS Bali Med. Kunjungan berikutnya aku tunjukin, dan ditanya memang aku masih mengalami nyeri. Jadinya aku di rontgen lagi. Setelah hasil rontgen keluar beserta analisanya, bahwa tidak ditemukan masalah pada tulangku, kemungkinan itu otot punggungku yang terlalu tegang. Jadi setelah itu, aku mendapatkan obat pereda nyeri dari dokter (aku lupa nama obatnya apa saja) dan di berikan salep juga.
     Tetapi aku juga melakukan fisioterapi lagi hampir setiap hari selama seminggu lebih. Bener-bener nyeri banget rasanya. Bahkan disaat kerja bener-bener terganggu banget karena nyeri tulang belakang
Read More

6/14/14

Hidup Dengan Skoliosis...(Part VI)

Alat Fisioterapi
     Berawal dari ibuku yang selalu mengeluh bagian bahunya yang kaku. Aku pikir sepertinya ibuku ini perlu  fisioterapi. Jadinya aku yang mengantar ibuku fisioterapi di Rumah Sakit BaliMed. Sampai sana, sambil menunggu ibuku fisioterapi, aku hanya bermain dengan internet saja. Hampir sejaman hanya duduk saja. Saking gak ada kerjaannya, aku tengok sana sini, nemulah kaca besar. Lalu aku ngaca deh disana. Hehehe.. Ini bukan ngaca karena narsis ya, tapi aku ngaca karena ingin melihat bentuk tubuhku. Aku merasa badanku ini miring. Apalagi bagian bahunya, terlihat jelas bahwa bahu kiriku lebih tinggi dibandingkan bahu kanan. Waktu itu ibuku lagi di sinar dengan alat apa gitu yang ada di ruangan fisioterapi. Terus ibuku bilang deh sama petugas disana kalau aku skoliosis. Malah ditanya gini sama petugasnya, "kok gak dirujuk untuk fisioterapi? Skoliosis kan harus di fisioterapi juga.". Aku kaget, loh ternyata perlu ya? Lalu aku diperiksa deh sama petugas disana. Sebut saja namanya T. Hehehee..
     Saat itu aku disuruh untuk membungkuk, dan sambil ditanya-tanya gitu tentang skoliosisku.
Read More

6/12/14

Aktivitas Yang Harus Dihindari oleh Penderita Skoliosis


Contoh Penderita Skoliosis

  Met pagi ^^ (Soalnya buatnya sambil megadang). Nih aku buat lagi artikel tentang skoliosis. Kenapa? Soalnya udah dari 2 hari yang lalu, aku merasakan nyeri pada skoliosisku. Mungkin enggak ngeluh lagi sama ibu karena ngerasain sakit ini hampir setiap hari ya. Tapi kali ini sakitnya udah emang rasanya "sakit". Duduk gak bisa lama-lama nih. Berawal dari pengennya hidup sehat. Udah lama banget aku meninggalkan kebiasaan olahraga setiap hari. Aku pikir dari sekarang aja deh mulai olahraga. Yang aku lakuin sih gerakan pemanasan dan jogging. Ya isi lari-lari gitu dikit deh. Nah malamnya sakit dah ni skoliosis. Aku agak enggak yakin, apakah gara-gara jogging tadi ini ya yang bikin tulang belakangku nyeri gini?

    Di hari kedua, aku lakukan olahraga yang sama. Rasanya habis olahraga tu seger gitu deh. Malamnya nyeri lagi ini skoliosis. Hmm, aku bawa tidur aja deh. Tibalah hari ini, ini bener-bener sakit nih tulang. Sampai-sampai nahan sakitnya harus tiduran di kasur. Habis itu pejamin mata, coba relax, tarik nafas, dan pasrah kepada Tuhan agar sakitnya perlahan-lahan dikurangi sampai hilang. Sambil deh aku searching di internet. Nemu deh suatu web yang memberitahukan tentang skoliosis juga. Waktu Februari 2014, aku cek derajat skoliosisku adalah 10 derajat, otomatis termasuk kategori skoliosis ringan. Kategori skoliosis dibagi menjadi 3, yaitu :
1. Skoliosis ringan
Read More

2/8/14

Hidup Dengan Skoliosis...(Part V)

Hasil Rongten ku 7 Feb 2014 dengan 10 derajat
     Akhirnya tiba juga saatnya aku mengetahui berapa derajat skoliosisku. Dimana saat aku harus melawan rasa traumaku yang sudah 3 tahun berlalu. 5 jam sebelum aku akan berada di Rumah Sakit Bali Med, ya terus mikirin derajatku. Kira-kira berapa derajatku ya? Parah atau enggak ya? Kalau parah kan operasi dong?? Akkkhhh pikiranku jadinya enggak terkontrol karena ingat dengan traumaku 3 tahun lalu.
     Sesampainya disana, aku sudah degdegan. Mendadak sakit perut lah, pengen pipis lah, pokoknya macam-macam keluar semua. Apalagi melihat antrian yang akan masuk ke bagian bedah orthopedi masih banyak. Walah. Kalau lama dipanggil, juga salah. Kalau langsung dipanggil, rasanya jantungku mau copot. Pokoknya semuanya serba salah.
     Akhirnya namaku dipanggil juga. Terus aku menyerahkan surat pengantar dari dr. BK kemaren. Lalu dr. L mengatakan "Ohh ini yg skoliosis itu ya? Okeh berdiri dulu ya. Gak ada kok baru skoliosis main operasi gitu". Lalu aku berdiri dan diperiksa lah sama dr. L. Lalu dia berkata lagi, "Kalau dilihat dari sekilas, ini skoliosisnya tergolong
Read More

2/7/14

Hidup Dengan Skoliosis...(Part IV)

     Halo.. Akhirnya aku kembali menulis tentang skoliosis. Hehehe.. Aku telah berpikir, sepertinya aku harus siap-siap mental untuk mengetahui berapa derajat skoliosisku. Entah berani enggak berani, harus siap menerima apapun yang akan terjadi. Karena aku sudah menderita skoliosis 6 tahun yang lalu, dan resmi divonis skoliosis oleh dokter 3 tahun lalu, hanya saja belum tahu derajatnya karena trauma bertemu seorang dokter yang langsung minta dioperasi dan segera menyiapkan uang sebesar 20an juta lebih, seperti yang aku tulis di Hidup Dengan Skoliosis...(Part I).
     Bermula dari aku mengantar ibuku ke dokter spesialis tulang. Kaki ibuku ketiban pot bunga yang berat sehingga bengkak, biasa ibuku sudah tua, jadi enggak sengaja geser pot bunga, eh jatuh kena kakinya. Tapi hampir seminggu tetap bengkak, sehingga berniat untuk melakukan rongten bagian kaki. Datanglah ke suatu rumah sakit, dan ibuku bertemu dengan dokter tersebut. Sebut aja dengan inisial BK. Orangnya ramah banget, ngasi tahu informasi pelan-pelan, dan memang dia dokter yang menangani operasi tangan kakakku dulu, jadi sudah lumayan kenal.
    Akhirnya setelah kaki ibuku di rongten, dan hasilnya, weleh-weleh... Memang patah dibagian jari tengan di bagian kaki kanan. Untung saja posisinya masih bagus, alias tulang yang patah tidak bergeser, sehingga tidak dibutuhkan operasi (syukurlah). Lalu akhirnya ada kesempatan untuk mengkonsultasikan skoliosisku, maka timbulah percapakan dibawah ini :
dr. BK   :  "apa yang membuat kamu ingin memeriksakan tulangmu? apa ada keluhan seperti apa? atau gimana?"
Aku         :  "begini, saya sudah divonis 3 tahun lalu kalau saya skoliosis idiopatik. hanya saja saat itu rongtennya belum lengkap jadi enggak bisa dihitung derajatnya. karena juga ada seorang dokter yang langsung minta dioperasi segera dan membutuhkan uang 28 juta kalo enggak salah, saya jadi trauma dan kaget. karena belum dikasi penjelasan yang lebih jelas, sudah diminta operasi"
Read More

7/18/13

Hidup Dengan Skoliosis...(Part III)

     Lagi-lagi aku ingin melanjutkan menulis tentang temanku yang satu ini, skoliosis. Hehehhee. Sekarang aku lagi jamannya Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bersyukur banget dapet rumah tinggal di lokasi KKN. Hanya saja kebagian kamar yang sedikit buat kita sesak nafas, karena kurangnya ventilasi. Nah ini dia nih yang buat aku untuk tidur di ruang keluarga dirumah itu. Tidur disana memang biasa aja. Tidur beramai-ramai bersama teman-teman, setidaknya menghilangkan rasa takutku dalam hal mistis. Hehehehe. Tetapi pada akhirnya aku harus berpindah tempat lagi, karena disaat hujan lebat ruang keluarganya bocor. Yah mau gak mau harus memikirkan tempat tidur untuk selanjutnya.
     Karena tempat tidur yang direkomendasikan tersebut, aku merasa gak nyaman, yah aku memilih untuk tidur di teras bersama kawan-kawan lainnya. Memang sih hari pertamanya aku merasakan tidak begitu dingin, karena aku menggunakan bed cover. Tapi lama kelamaan berdampak juga nih sama skoliosisku. Karena lokasi KKNku memang daerah yang dingin, jarang banget ada mataharinya, hujan melulu, otomatis lantainya dingin, dan otomatis juga tulang belakangku ini sakit.
     Biasanya aku juga enggak mungkin mengeluh kepada siapapun, mengeluh ke wira, ke ibu melalui SMS, ataupun ke teman dekat. Karena aku memang telah terbiasa merasakan sakit seperti ini. Juga aku gak butuh
Read More

7/1/13

Hidup Dengan Skoliosis... (Part II)

     Akhirnya aku menyempatkan diri dan memang baru kepingin lagi untuk mengingat masa-masa kelam dan benar-benar trauma tentang skoliosis. Apalagi tanggal 29 Juni 2013 merupakan International Scoliosis Awareness Day. Wah aku searching di twitter tentang skoliosis, banyak banget tweet yang menyangkut skoliosis. Dari situlah aku banyak kenal dengan sesama penderita skoliosis. Jadi banyak kenal, banyak juga dapat pengetahuan tentang pengalaman mereka mengenai skoliosis. Sebenarnya hal ini juga sih yang menggerakkan kemampuanku untuk kembali ke dokter lagi. Jujur, ingin mengetahui berapa derajat kemiringanku. Tapi di sisi lain, ngeri juga kalau tahu. Takut masa ketakutan dan depresi datang menghampiri lagi. Jadi aku memutuskan untuk mengumpulkan keberanian lagi biar tidak "syok" lagi. Hehehehe, kebetulan juga bulan ini aku lagi KKN (Kuliah Kerja Nyata). Jadi konsen KKN dulu deh. Lanjut ya sama cerita skoliosisnya :D. Kisahku ini berlanjut dari Hidup Dengan Skoliosis... (Part I). Baca itu dulu baru nyambung nanti baca cerita selanjutnya disini. Hehehe..
     Kisahnya sekarang aku semester II. Lagi jamannya banyak matakuliah yang praktikum. Otomatis kan bakalan banyak waktu didepan laptop. Otomatis lah aku cepat merasa lelah. Yang pasti harus senderan di meja ataupun di tembok. Belom lagi susahnya minta ampun ngertiin materi dan mengconvertnya ke program. Hal itu terus berlanjut, terutama rasa nyeri pada tulang. Kadang untuk dapat menghilangkan rasa nyeri itu, aku biasanya menggunakan koyo. Saat itu, aku memang memiliki pacar, sebut saja namanya Arsa (bukan nama asli). Saat itu kalau tidak salah aku dan Arsa sedang malam minggu. Nonton film di Galeri 21. Lupa nama judul filmnya apa. Saat menonton itu, tulangku mendadak terasa nyeri. Tahukah apa yang direspon oleh Arsa? Arsa mengatakan "Kamu jangan ngeluh tulangmu sakit terus-terusan ! Apa men yang bisa tak lakuin? Gak ada kan?". Arsa langsung melanjutkan menonton film yang sedang berlangsung itu.
Read More

6/23/13

Film Bertema Skoliosis dari Novel "Waktu Aku Sama Mika"


     Iseng-iseng nih pagi-pagi habis main game online, ngeliat twitter. Ternyata ada yang retweet link blogku yang membahas tentang skoliosis. Ya nama twitternya @scolioser. Dan disinilah aku melihat ternyata ada Film yang berjudul "Mika" yang bertema skoliosis. Yang diperankan oleh Vino G. Bastian dan Velove Vexia. Hmmm pemainnya itu semakin menarik untuk ditonton (bukan promo filmnya). Terus aku cari deh di google tentang sinopsis dari cerita ini.
     Indi (Velove Vexia) adalah seorang gadis periang yang dunianya berubah total saat ia didiagnosa mengidap penyakit scoliosis ketika di bangku SMP. Karena kondisi kesehatannya ini, dia harus mengenakan besi penyangga tubuh (brace) selama 23 jam setiap hari. Sebelum masuk SMA dia berlibur ke Jakarta, dan di sinilah Indi berkenalan dengan Mika (Vino G. Bastian) lewat sebuah pertemuan tak terduga. Mereka lalu menjadi teman dekat. Mika yang cuek, seru, berani, dan selalu memandang hidup dengan santai dan positif perlahan bisa membantu Indi untuk kembali jadi gadis periang dan berani untuk melawan penyakitnya. Mika selalu punya cara untuk membuat Indi merasa bahagia di tengah siksaan penyakit yang diidapnya.
     Indi menutupi hubungannya dengan Mika dari Ibunya (Donna Harun) karena dia tahu ibunya tidak suka dengan Mika yang jauh lebih tua dan bertato. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Mika mengungkapkan satu rahasia tentang dirinya: Ia mengidap penyakit AIDS. Masalah mulai berdatangan ketika kondisi Mika yang semakin lemah dan masa lalunya mulai terungkap. Bapak Indi (Izur Muchtar) dan Ibu dan teman-teman Indi mulai mengetahui soal Mika dan masa lalunya. Tetapi mereka tidak tahu hal-hal indah yang telah dilakukan Mika untuk Indi. Setelah kematian sahabatnya (Framly Nainggolan), Mika mundur dan
Read More

6/16/13

Kenali Skoliosis Secara Dini

    Semua orang wajib memperhatikan bentuk tubuh mereka, baik wanita maupun laki-laki. Bahkan jika masih anak-anak, orang tua wajib memperhatikan bentuk tubuh anaknya. Mengapa begitu? Contohnya saja aku. Aku semenjak SMP sudah merasakan kemiringan tubuh ini dan sudah mengetahui yaitu Skoliosis. Cuma saja dari aku membaca buku saat itu, dikatakan bahwa hanya karena kesalahan dalam cara kita duduk, maka bisa menyebabkan Skoliosis. Tapi ternyata tidak segampang itu mengambil keputusan. Sehingga membuatku kaget saat mau masuk ke jenjang perkuliahan, aku divonis Skoliosis yang bersifat Idiofatik, yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya. Sehingga hal itu yang membuatku stress selama berbulan-bulan dan menganggap dunia ini kejam, lalu tak memiliki harapan hidup, dan lain sebagainya. Lalu apa sih skoliosis itu? Yuk baca dulu dibawah ini :)
     Skoliosis adalah kelainan tulang belakang bengkok atau melengkung ke kiri atau ke kanan dan ada sendi yang berputar. Sebagian besar (90%) ganguan ini tidak diketahui penyebabnya. Ada dugaan diturunkan, tapi belum jelas penurunannya. Skoliosis bisa menyerang siapa saja dengan segala usia, bahkan mulai dari usia balita. Untuk itu, deteksi dini bisa dilakukan sejak masih usia balita.
Read More

3/10/13

Hidup dengan Skoliosis... (Part I)

Mungkin sebagian besar masyarakat sudah tahu kana apa itu Skoliosis? Ada yang mengatakan Skoliosis itu penyakit ataupun kelainan. Tapi dokter orthopediku mengatakan, scoliosis itu merupakan kelainan tulang belakang. Oke, kenapa aku buat artikel tentang skoliosis? Ya, aku penderita skoliosis. Awal mengetahuinya waktu kecil ya biasa-biasa aja. Setelah di vonis oleh Dokter Orthopedi, syok berat, stress, mau ngamuk, dan segala macem deh. Sekarang aku mau cerita dulu ya…
Read More

Total Pageviews

Copyright © Niia Blog | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com